ads

Diberdayakan oleh Blogger.

Fosil Tikus Terbesar Ditemukan

31 Jul 2010
SCIENCEDAILY
D ALAM sebuah penelitian arkeologi di Timor Timur, para peneliti menemukan
tulang belulang tikus terbesar yang pernah hidup dengan perkiraan berat 6 kilogram.
Bersama tulang belulang itu, di dalam gua yang digali para peneliti itu juga menemukan tulang belulang dari 13 spesies Rodent (sejenis tikus), 11 di antaranya merupakan spesies baru di dunia ilmiah. Delapan spesies di antaranya diperkirakan berbobot 1 kilogram atau bahkan lebih. “Indonesia bagian timur memang merupakan titik utama tempat terjadinya evolusi Rodent. Kami mengharapkan perhatian seluruh umat manusia di dunia ini untuk melindungi wilayah konservasi itu,” kata Dr Ken Aplin, ahli peneliti dari CSIRO. “Rodent melengkapi 40% dari keragaman mamalia di dunia dan menjadi salah satu kunci
ekosistem. Mereka sangat berperan dalam proses perawatan tanah, dan penyebaran benih. Menjaga keanekaragaman hayati tikus sama saja seperti kita menjaga kehidupan ikan paus atau burung.” Selama yang kita ketahui, tikus terbesar yang pernah hidup adalah yang hidup sekitar 1.000 hingga 2.000tahun yang lalu. “Lebih dari 40.000 tahun sudah ada
kehidupan manusia di kepulauan Timor, mereka berburu dan memakan
tikus selama periode itu. Meski begitu, hingga saat ini tikus asli Timor belum dikategorikan
menjadi hewan yang hampir punah,” kata Aplin. “Ini menunjukkan manusia memiliki kehidupan yang seimbang pada sekitar 1.000 hingga 2.000
tahun yang lalu. Kepunahan tak terelakkan ketika orang mendarat di pulau tersebut. Pembukaan hutan besar-besaran untuk lahan pertanian mungkin menjadi penyebab kepunahan.” Setiap pulau di Indonesia bagian timur memiliki jenis tikus yang unik. Beberapa di antaranya mungkin masih hidup di Flores, tapi menghindar dari para kolektor dan aktivitas penelitian. Timor memiliki beberapa mamalia asli, seperti kelelawar dan Rodent mendominasi spesies di sana. Tanah di Timor saat ini kering atau tandus. Padahal dulunya di sana terdapat hutan hujan yang rimbun. Namun, para peneliti masih optimistis, mereka meyakini di bagian lain kepulauan itu masih ada hutan lebat. “Selama perjalanan ke Timor Timur, saya menemukan serpihan bangkai tikus yang masih baru.” Akhirnya Dr Aplin menemukan tulang belulang tikus yang besar, tikus terbesar yang ada selama ini dengan bobot sekitar 2 kg dan hidup di hutan hujan di Filipina serta Nugini. (sciencedaily/desi/ Ghp/M-6)
ads
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar test